Kamis, 28 Mei 2015

Hujan & Kenangan

Hujan. Siapa yang tak mengenal hujan? Saat rasa malas seketika membebani punggung. Saat rasa kantuk bisa datang tiba-tiba. Saat pagimu masih terasa buta.  Saat selimut menjadi tempat terbaik untuk bersembunyi. Saat kebanyakan orang tidak sadar bahwa mereka sedang berada di tengah keindahan.


Tak semua orang merasa takjub dengan hujan. Tak semua orang menangkap atmosfir eksotis yang dimiliki hujan. Bagiku, tentu saja secara pribadi, hujan adalah keindahan. Malas yang datang, hari yang terasa berjalan pelan, gemuruh tetesan air pada atap seng, jalanan yang tampak mengkilat, dedaunan yang tampak segar, pantulan lampu di atas aspal, suara gemercik air yang menetesi kubangan, hingga katak-katak yang seolah berperan sebagai pengisi terakhir pada acara "Hujan Kenangan".


Bagiku hujan adalah kenangan. 


Peristiwa seperti hujan adalah peristiwa yang bisa jadi adalah kenangan dan bisa jadi sedang terjadi. Maka dari itu, bagiku hujan adalah sesuatu yang sifatnya original. Hujan akan lebih indah untuk dikenang, nikmat untuk dirasakan dan sesuatu yang mustahil untuk diulang. Maka ketika hujan tiba, posisikan dirimu di tempat yang semestinya, rangkailah kenangan pada saat itu juga, lalu simpan baik-baik. Suatu saat akan ada suatu hal yang membuatmu mengingat saat itu. Puncak kenangan terindahnya adalah ketika kau menyesal karena kenangan itu terlalu jauh dengan kenyataanmu.


Dan Kenangan terindahku saat Hujan adalah ketika pertama kali kita bertemu...:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar