Saat aku merasa rindu, dan mungkin rindu akan dirimu yang dulu, ku
lihat saja beberapa pesan yang masih tersimpan rapi dalam inbox-ku.Ah
aku ingat, beberapa pesan itu sudah tak ada. Saat itu aku marah
beberapa pesan yang ku simpan itu sudah tak ada. Sekarang aku tak tau
harus bagaimana membahagiakan diriku sendiri, hanya pesan-pesan itu yang
bis
a membuat ku tersenyum sendiri
mengingat konyolnya kita dulu dan sekarang itu semua entah kemana.
kadang aku berpikir, mungkin memang saattnya aku menyerah ? Namun, tekad
ku besar keinginan, dan rasa sayang ku lebih besar dari pada itu.
Tapi, Apa mungkin memang kau sudah terlalu lelah dengan semua yang
telah kita jalani selama ini ? Aku tak tau bagaimana perasaanmu. Aku pun
lelah dengan diriku sendiri yang terlalu banyak mengeluarkan air mata,
terlalu banyak memendam perasaan rindu. Hmm, anehnya kau tak ada maksud
baik untuk memperbaiki semuanya. Itu memang sikapmu, atau kau hanya
jenuh saja ? Seakan kau tak mau mengerti perasaanku, seakan kau terus
menyalahkan aku.
Sudah jauh, sekarang kau
masih saja menjauhkan diri dari ku. Lalu, aku harus diam saja dan
menerima semuanya ? BODOH. Aku menangis. Aku memang hanya bisa berbicara
dengan menangis jika kau sudah seperti ini. Kau tenang saja karena kau
tak melihatku menangis, dan kau tak merasakan jadi aku. Apa banyak
sekali wanita yang bisa secinta sperti ini padamu, Iya ?
Kenapa ku selalu bersikap baik padamu? Dipancing sedikit saja dengan
kamu manis padaku awalnya, maka aku langsung luluh. Yaa, meskipun kau
cuek pada akhirnya, tapi aku tak pernah memikirkan itu dan tak
menginginkan itu terjadi. Jika aku menangis lagi karena sikapmu. itu
urusan belakangan. Yang terpenting, aku ingin mersakan cintamu yang
hangat. Aku tak memikirkan bahwa akhirnya aku masih menangis, dan kau
masih tak mau tahu. Tapi, aku tak menganggapmu jahat. Karena kau sayang
dan mencintaimu.
*Aku yakin kamu gak perlu karma untuk mengerti semua, aku ingin kau hanya sedikit peka...